Artikel Agama Hindu, Ajaran atau Pelajaran Tentang Agama Hindu

Posts tagged ‘nama tuhan agama hindu’

Tuhan Agama Hindu

Brahman, Tuhan Yang Maha Esa

Brahman, yang rohani tanpa wujud, kekal, tidak terbatas, tanpa awal tanpa akhir, sebagai penyebab segala yang ada, yang ada dalam semua mantra sebagai : “Om“.

Bhagavad-Gita 10.3 : Seseorang yang mengenalKu – sebagai Yang Tak Dilahirkan, sebagai Yang Tak Bermula, Yang Maha Penguasa seluruh alam semesta..
Chandogya Upanishad, 6: 2: 1 : Dia hanya satu, tidak ada yang kedua.
Yajurveda Chapter. 32 Verse 3 : menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan (“God is formless and bodiless”).
Atharvaveda 20:58:3 : Tuhan itu Maha Besar.
Rigveda 1:64:46 : Kebenaran Hanya Satu, Dia dipanggil dengan berbagai Nama.

Selain Nama-Nama Tuhan diatas, di Indonesia khususnya di Bali, Tuhan Yang Maha Esa, yang Maha Kuasa disebut Sang Hyang Widhi serta Nama-Nama lainnya.

Tetapi sebagaimana dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Besar, tidak terbatas, yang imanen transenden : berada dalam kesadaran segala makhluk dan segala sesuatu (manifestasi), tetapi juga melampaui sesuatu.

Manifestasi dalam hal ini antara lain :  percikan kecil Brahman yaitu Atman yang tanpa wujud itu memakai suatu wujud. Jadi Atman mengenakan suatu wujud materi, misalnya badan kasar manusia, badan halus Dewa, dan Atman tetaplah tanpa wujud. Jadi wujud sama halnya baju atau pakaian. Dalam hal lain semua materi berasal dari unit materi terkecil misalnya atom, atom terwujud / terpancar karena adanya Paramatma. Paramatma adalah percikan kecil Brahman, tanpa wujud, aspek setempat Tuhan yang bersemayan didalam hati badan jasmani setiap makhluk dan inti atom (paramanu) setiap unsur materi alam fana.

Kata “Wishnu” juga berarti sesuatu yang menempati segalanya atau sesuatu yang memasuki segalanya. Dengan demikian seluruh alam semesta beserta isinya juga adalah manifestasiNya, inilah mengapa alam semesta disebut perwujudan Tuhan Yang Maha Besar, namun pada saat yang sama Tuhan bukanlah manifestasi, tapi penyebab adanya manifestasi, ibarat sebuah benda dan bayanganya yang maya.

Kata Bhagavan adalah menunjuk kepada Avatar yang berkesadaran murni terhadap Atman, yang berarti juga berkesadaran murni terhadap Brahman, Tuhan Yang Maha Esa, contohnya Bhagavan Krishna. Karena sesungghuhnya Atman dan Brahman itu Esa adanya (Brahman Atman Aikyam) seperti halnya rasa, sifat setetes air samudera tidak berbeda dengan samudera.

Paramatma adalah aspek setempat Tuhan yang bersemayan didalam hati badan jasmani setiap makhluk dan inti atom

Gambar : ilustrasi Paramatma

 

Bhagavad-gita 6.29
Seorang yogi yang sejati melihat Aku bersemayam di dalam semua makhluk hidup, dan dia juga melihat setiap makhluk hidup di dalam Diri-Ku. Memang, orang yang sudah insaf akan dirinya melihat Aku, Tuhan Yang Maha Esa yang sama di mana-mana.

Bhagavad-gita 7.6
Semua makhluk yang diciptakan bersumber dari kedua alam tersebut. Ketahuilah dengan pasti bahwa Aku adalah sumber perwujudan dan peleburan segala sesuatu di dunia ini, baik yang bersifat material maupun yang bersifat rohani.

Bhagavad-gita 7.7
Wahai perebut kekayaan, tidak ada kebenaran yang lebih tinggi daripada-Ku. Segala sesuatu bersandar kepada-Ku, bagaikan mutiara diikat pada seutas tali.

Bhagavad-gita 7.26
Wahai Arjuna, sebagai kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Aku mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada masa lampau, segala sesuatu yang sedang terjadi sekarang, dan segala sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Aku juga mengenal semua makhluk hidup, namun tiada seorangpun yang mengenal Diri-Ku.

Bhagavad-gita 9.4
Aku berada di mana-mana di seluruh alam semesta dalam bentuk-Ku yang tidak terwujud. Semua makhluk hidup berada dalam diri-Ku, tetapi Aku tidak berada di dalam mereka.

Bhagavad-gita 9.5
Namun segala sesuatu yang diciptakan tidak bersandar di dalam diri-Ku. Lihatlah kehebatan batin-Ku! Walaupun Aku memelihara semua makhluk hidup dan walaupun Aku berada di mana-mana, namun Aku bukan bagian dari manifestasi alam semesta ini, sebab Diri-Ku adalah asal mula ciptaan.

Bhagavad-gita 2.22
Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna.

Bhagavad-gita 10.2
Baik para dewa maupun resi-resi yang mulia tidak mengenal asal mula maupun kehebatan-Ku, sebab, dalam segala hal, Aku adalah sumber dewa-dewa dan resi-resi.

Bhagavad-gita 11.6
Wahai yang paling baik di antara para Bharatha, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Aditya, vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya.

Bhagavad-gita 11.15
Arjuna berkata; Sri Krsna yang hamba muliakan, di dalam badan Anda hamba melihat semua dewa dan berbagai jenis makhluk hidup yang lain. Hamba melihat Brahma duduk di atas bunga padma, bersama Dewa Siva, semua resi dan naga-naga rohani.

Bhagavad-gita 11.21
Semua kelompok dewa menyerahkan diri di hadapan Anda dan masuk ke dalam diri Anda. Beberapa di antaranya sangat ketakutan dan mereka mempersembahkan doa pujian sambil mencakupkan tangannya. Banyak resi yang mulia dan makhluk-makhluk yang sempurna yang sedang berseru, “semoga ada segala kedamaian!” sedang berdoa kepada Anda dengan menyanyikan mantra-mantra veda.

Bhagavad-gita 11.37
Yang Mahabesar, lebih tinggi daripada Brahma, Anda adalah pencipta yang asli. Karena itu, bukankah seyogyanya mereka bersujud dengan hormat kepada Anda? O kepribadian yang tidak terhingga, Tuhan yang disembah oleh semua dewa, pelindung alam semesta! Anda adalah sumber yang tidak dapat dikalahkan, sebab segala sebab, yang melampaui manifestasi alam material ini.

Tuhan Yang Maha Besar Brahman yang tanpa batas, tanpa wujud dan sifat ketika berkehendak menciptakan muncul manifestasi sebagai wujud, sifat dan fungsi sebagai Brahma Wishnu dan Siwa baik sebagai simbolis dan avatar terhadap 3 prinsip : penciptaan, pemeliharaan dan peleburan / lahir, hidup dan mati.
Seluruh penciptaan juga adalah gabungan dari 3 kualitas (Triguna) :  satwam, rajas dan tamas, sehingga Dewa Wisnu, Brahma, dan Siwa disebut juga Guna Awatara.
Walaupun muncul manifestasi sebagaimana tersebut di atas, Brahman Tuhan Yang Maha Esa yang tidak terbatas tanpa wujud dan kekal tetap ada tidak berubah.

 

———————————————-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.